PENDAMPINGAN PASTORAL PEKERJA SEKS KOMERSIAL (PSK) KOTA SORONG MENIMBA INSPIRASI PERTOBATAN MARIA MADGALENA
Keywords:
Pendampingan Pastoral, PSK, PertobatanAbstract
Dalam diri manusia, ada salah satu sifat yang sangat menonjol, yaitu: manusia tidak pernah merasa puas. Ia selalu mau dipenuhi. Ia ingin selalu ingin lebih dan lebih lagi. Dambaan dan kerinduan untuk dipenuhi dan menjadi lebih, tidak hanya terbatas pada panca indera, seks, dan daya mentalnya, tetapi juga pada jiwanya yang paling dalam. Sebagai mahkluk badani, ia ingin mendapat kepuasaan badani secara total. Dan sebagai mahkluk rohani, manusia ingin mencapai nilai rohani yang paling sublime, paling luhur dan mulia. Dua sisi yang nampaknya saling bertolak-belakang, tetapi saling mempengaruhi. Manusia tidak puas dan tak merasa cukup dengan nilai manusiawi, seperti: kebaikan, kejujuran, keadilan, dan cinta kasih. Manusia juga ingin nilai rohani dan adikodrati yang mampu memuaskan hasratnya yang paling dalam. Dengan kata lain, manusia tidak akan merasa tenang dan puas, sebelum menemukan harta rohani dan adikodrati, yaitu: Tuhan sendiri. Dan untuk sampai pada kesempurnaan hidup dan kebersatuan dengan Tuhan, apakah memang perlu manusia sampai pada pertobatan? Mempunyai keutamaan hidup, kekuatan hidup yang mampu mengantarnya pada kebahagian sejati?
Downloads
Published
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.









